Basic Grammar A1 - A2


Question Tag: Kegunaan dan Contoh dalam Bahasa Inggris | Joesin

Share this page  

img-fluid


Kita semua sepakat bahwa percakapan sehari-hari selalu melibatkan orang bertanya dan menjawab. Kita kerucutkan ke dalam pembahasan cara-cara orang bertanya. Salah satu yang sering kita dengar adalah saat orang bertanya dengan maksud meyakinkan dirinya bahwa apa yang dia anggap itu benar.

Contoh:

Apakah kamu tahu Dinar? (Do you know Dinar?)

Ya/ tidak. (Yes, I do / No, I don’t.)

Konteks: penanya tidak tahu dinar, makanya dia mencari informasi soal itu.

 

Kamu tahu Dinar, kan? (You know Dinar, don’t you?)

Ya/tidak. (Yes, I do/ No, I don’t)

Konteks: Penanya beranggapan bahwa saya kenal Dinar atau tidak. Dia bertanya begitu sebab ia hanya ingin memastikan anggapannya benar. Pertanyaan inilah yang akan kita bahas. Kalimat tanya ini disebut sebagai question tag (buntut pertanyaan).

 

Pola Kalimat dengan Question Tag

Perhatikan aturan berikut:

Jika pernyataan awal adalah kalimat positif, maka question tag ditulis negatif.

Contoh:

You are at home, aren’t you? (Kamu di rumah, kan?)

You have crush on Tania, don’t you? (Kamu naksir Tania, kan?)

 

Jika pernyataan awal adalah kalimat negatif, maka question tag ditulis positif.

You are not at home, are you? (Kamu gak di rumah, kan?)

You don’t have a crush on Tania, do you? (Kamu gak naksir Tania, kan?)

 

Bentuk question tag disesuaikan dengan auxiliary verb pernyataan awal.

Santo likes hiking, doesn’t he? (Santo suka mendaki, kan?)

Santo didn’t come last night, did he? (Santo gak datang semalam, kan?)

Santo is at home, isn’t he? (Santo di rumah, kan?)

Santo can play guitar, can’t he? (Santo bisa main gitar, kan?)

Santo will not come, will he? (Santo gak akan datang, kan?)

 

Semoga penjelasan ini membantu kamu menguasai bahasa Inggris dengan kecakapan yang lebih baik.